Ada kesalahan di dalam gadget ini

Selasa, 10 Juli 2012

keluarga sakinah

Mempunyai keluarga sakinah, bahagia, dan penuh berkah menjadi idaman setiap keluarga. Kenyataan membuktikan, tak sedikit keluarga yang hari demi harinya hanya perpindahan dari kecemasan, kegelisahan, dan penderitaan. Berikut tuntunan Rosululloh dalam membina keluarga sakinah.
Ternyata keluarga sakinah itu tak sekedar membutuhkan cinta dan harapan. Tapi juga butuh kesungguhan. Perlu mengarahkan segala kemampuan untuk mewujudkannya. Butuh kerja keras dan kemauan yang kuat untuk mewujudkannya.

Alloh berfirman dalam Q.S. Ar-Rum (30) ayat 21 yang artinya “ Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri. Supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya. Dan dijadikan-Nya diantara kamu rasa kasih dan saying. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kamu yang berfikir “.

RAJIN SUJUD.

Dari pengertian ayat tersebut, bagaimana konsep Rosululloh membina keluarga beliau sehingga menjadi keluarga yang sakinah? Ingin sukses di masyarakat tentu diukur bagaimana kesuksesan membina rumah tangganya. Begitupun Rosululloh. Beliau mampu menjadikan rumah dan keluarganya sebagai surga. Caranya, beliau menjadikannya sebagai sentral ibadah. Di sana Rosululloh mendidik isteri dan ank beliau sebagai hamba yang ahli sujud dan ahli zikir.

Balasan sebagai ahli ibadah adalah surga, keluarga ibadah akan menikmati keutuhan keluarganya saat berada di surga kelak. Alloh telah berfirman dalam Q.S. Thaha (20) ayat 132 yang artinya “ Perintahkan keluargamu untuk melaksanakan sholat dan bersabarlah dalam menegakkannya “.

AJARI ILMU.

Pendidikan yang pertama bagi anak dan anggota keluarga adalah dalam keluarga. Untuk itu pastikan agar keluarga merupakan ruang untuk berbagi ilmu, begitupun Rosululoh. Anggota keluarga akan merasa nyaman jika bisa menimba ilmu dalam lingkungannya. Selain itu, jangan lupa sungguh-sungguh untuk mencari ilmu. Baik ilmu tentang hidup di dunia maupun ilmu akhirat. Bekali anak-anak sedari kecil dengan ilmu dan jadilah orang tua yang senantiasa menjadi sumber ilmu bagi anak-anaknya.

Rosululloh berpesan dalam sebuah riwayat yang disampaikan oleh Malik Ibnul Huwairits. Ia mengabarkan “ Kami mendatangi Rosululloh saat kami adalahanak-anak muda yang sebaya. Lalu kami tinggal bersama beliau di kota Madinah selama sepuluh malam. Kami mendapati beliau adalah seorang yang penyayang lagi lembut. Saat sepuluh malam hamper berlalu beliau menduga kami telah merindukan keluarga kami karena sekian lama berpisah dengan mereka. Beliau pun bertanya tentang keluarga kami, maka cerita tentang mereka pun meluncur dari lisan kami. Setelahnya beliau bersabda “ kembalilah kalian kepada keluarga kalian, tinggallah di tengah mereka dan ajari mereka serta perintahkanlah mereka “ ( HR. Al Bukhari dan Muslim )

BERI NASEHAT.

Jadikan keluarga sebagai pusat nasehat. Tiap hari kita melakukan perbuatan salah yang kadang tidak disadari. Untuk itu kita butuh orang lain agar bisa memperbaiki kesalahan. Keluarga bahagia adalah keluarga yang saling menasehati, saling memperbaiki, serta saling mengoreksi dan mengingatkan. Apabila suatu keluarga saling menasehati, maka keluarga tersebut merupakan cermin bagi anggota keluarga yang lain. Sebab tidak ada koreksi yang paling aman selain koreksi dari keluarga.

Alloh berfirman dalam Q.S. Asy-Syu’aro (26) ayat 214 yang artinya “ Berilah peringatan kepada keluargamu yang paling dekat “.

BERI CONTOH.

Pastikan keluarga kita menjadi contoh bagi yang lain. Artinya masing-masing anggota keluarga saling berlomba-lomba dalam memunculkan kemuliaan di keluarga sehingga keluarga lainpun akan berusaha mencontoh.

Sebab Alloh berfirman dalam Q.S. At-Tahrim (66) ayat 6 yang artinya “ Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu “.

DOA agar keluarga taat beribadah.

“ rabbij’alni muqimas shalati wa min dzurriyati rabbana wa taqobbal du’a-i. rabbanaghfirli wa liwalidyya wa lil mukminina yauma yaqumul hisab”.

Artinya “ Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan sholat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah do’a kami, Ya Tuhan kami, berikanlah ampunan kepadaku dan kepada kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat) “ (Q.S. Ibrahim (14) : 40-41).

Doa ini dibaca Nabi Ibrahim agar anak cucunya rajin sholat dan ibadah kepada Alloh SWT.
   
Demikian, semoga bermanfaat .... amien .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar